----------Selamat Datang di Blog Rony.upluk------------Terima Kasih Atas Kunjungannya----------- Kios multimedia: tips memilih gaya Design dan Mebel Aman

tips memilih gaya Design dan Mebel Aman

MUNGKIN bisa diibaratkan seperti pakaian pesta, sebenarnya orang tak ingin memakai baju yang sama persis dengan baju yang dipakai tamu lainnya. Sebagian orang pun ingin menata interior rumahnya berbeda dengan rumah orang lain. Mebelnya boleh sama, tetapi penataan yang berbeda akan menghasilkan sentuhan lain yang lebih “mewakili” kepribadian si pemilik rumah.

KEINGINAN memunculkan kepribadian si pemilik rumah itulah yang “dimanfaatkan” para desainer interior. Si pemilik rumah wajib menceritakan seperti apa mebel kesukaan mereka, dan si desainer interior bertugas menerjemahkannya ke dalam pemilihan gaya mebel dan penataan interior ruang-ruang dalam rumah klien atau konsumennya.

Kalau mereka yang berusia di atas 40-50-an tahun biasanya menyukai mebel dengan sedikit atau banyak ukir-ukiran, maka pasangan usia 20-40-an tahun umumnya lebih menyenangi mebel yang bentuknya simpel. “Saya menggunakan bahan multiplex atau plywood untuk membuat mebel yang berkesan modern dan simpel. Sedang rangkanya bisa dari kayu mahoni, nyatoh, atau sungkai,”




Keberadaan mebel furniture yang tepat dalam ruang belajar anak sedikit banyak bisa mempengaruhi semangat belajar mereka. Berikut ini beberapa tip dalam menata dan memilih desain furniture ruang belajar anak :
1. Pilihlah design furniture belajar anak dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran ruang. Perhatikan pula lay outnya dengan design mebel lain. Hindarkan peletakkan desain mebel yang justru membuat ruangan menjadi berkesan sempit, sehingga tidak nyaman untuk tempat belajar anak.

2. Pilihlah design furniture dengan kualitas baik agar tahan lama.

3. Jika design mebel terbuat dari bahan kayu, bersihkan dari debu dan kotoran setiap hari. Jika terkena air segeralah dilap. Sebab jika tidak segera ditangani akan menyebabkan finishingnya memudar.

4. Sebaiknya mebel furniture diletakkan di dekat jendela atau tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari langsung, agar tidak memerlukan penerangan lampu pada siang hari.

5. Hati-hati meletakkan desain furniture. Jangan sampai membelakangi lampu ruangan agar bayangan tidak menutupi meja. Hal ini menyebabkan mata menjadi cepat lelah.

6. Lampu belajar sebaiknya ditempatkan di mana cahaya lampu langsung mengenai objek sehingga objek akan terlihat jelas dan tidak menyebabkan mata cepat lelah.

7. Jika si anak kidal, sebaiknya letakka lampu belajar di sebelah kanan. Letakkan lampu di sebelah kiri jika si anak tidak kidal. Hal ini dimaksudkan untuk mengindari terjadinya bayangan yang dapat mengganggu aktivitas belajarnya.

8. Pilihlah jenis lampu yang sesuai dengan kebutuhan dan memiliki daya terang yang cukup. Lampu bohlam (tungsten) atau lampu pijar baik untuk lampu belajar karena cahayanya stabil. Namun karena cahayanya berwarna kuning menyebabkan mata kurang jelas dalam melihat warna-warna. Sedang lampu neon (fluoresence), baik untuk melihat warna-warna karena cahayanya putih seperti day light. Namun kelemahan dari lampu jenis ini adalah cahayanya yang sering berkedip-kedip hingga dapat mengganggu aktivitas belajar.

9. Pilihlah desain mebel dengan ukuran dan ketinggian yang ergonomis, sesuai dengan ukuran fisik anak. Perhatikan faktor kenyamanan dan keamanannya, seperti bahan yang empuk untuk dudukan dan sandaran kursi. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kelelahan, pusing dan pegal-pegal.

10.Perhatikan juga kemungkinan perkembangan anak sehingga meja belajar dari designer furnitures dapat dipakai dalam waktu yang cukup lama (sekitar 5-6 tahun).

11.Jika bisa carilah meja belajar dari designer furnitures yang memiliki 2 ketinggian penyangga kaki. Hal ini untuk mengantasipasi jika anak bertambah tinggi, meja tersebut masih bisa dipergunakan. Perhatikan dengan seksama ketinggian penyangga kaki, jangan sampai kaki anak harus menggantung. Ini akan membuat anak tidak nyaman dan tidak betah untuk berlama-lama di meja belajar.

12.Pilihlah kursi yang adjustable, dapat diatur ketinggiannya. Selain untuk kenyamanan juga bisa mengikuti perkembangan anak.

13.Pilihlah desain yang menarik (baik dari segi bentuk maupun warna), jangan terlalu kaku atau formil. Misal menggunakan warna-warna cerah atau warna kesukaan anak sehingga akan lebih memotivasinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar