----------Selamat Datang di Blog Rony.upluk------------Terima Kasih Atas Kunjungannya----------- Kios multimedia: Ciri-Ciri Umum Golongan yang Meninggalkan Ahli Sunnah wal Jamaah

Ciri-Ciri Umum Golongan yang Meninggalkan Ahli Sunnah wal Jamaah

Golongan yg meninggalkan Ahli Sunnah wal Jamaah mempunyai cici-ciri secara umum sebagai berikut.
    Tidak mengetahui kebenaran dan berhukum dgn hawa nafsu.Orang-orang yg menyempal dari Ahli Sunnah wal Jamaah disebabkan dua hal. Pertama kerena jahil terhadap kebenaran sehingga memutuskan hukum berdasarkan prasangka atau tanpa ilmu. Kedua memperturutkan hawa nafsu sehingga dalam menentukan hukum mereka bertindak zalim dan berbuat tidak adil. Kali pertama munculnya orang-orang yg keluar dari jama’ah pada masa Rasulullah adl ketika mereka melihat pembagian hasil rampasan perang yg dilakukan oleh Rasulullah. Salah seorang dari mereka berkata ” Hai Muhammad berbuat adillah krn Anda telah berlaku tidak adil.” Maka Nabi saw berkata kepadanya “Aku telah berbuat sia-sia dan rugi jika aku berlaku tidak adil.” Kemudian sebagian sahabat berkata kepada Nabi “Wahai Rasulullah biarlah aku potong leher orang munafik ini.” Lalu Nabi bersabda “Sesungguhnya akan keluar dari tempat-tempat ini suatu kaum yg salah seorang di antara kalian meremehkan salatnya dan salat mereka puasanya bersama puasa mereka dan bacaannya bersama bacaan mereka.” Jadi awal munculnya bid’ah adl mencela Sunah dgn mengikuti prasangka hawa nafsu sebagaimana iblis mencela perintah Rabb-Nya dgn pendapatnya sendiri dan hawa nafsunya.
    Saling membenturkan pendapat mereka bertafaruk dan bermusuhan.Orang-orang yg memisahkan diri dari Ahli Sunah wal Jamaah mempertahankan kebodohan dan hawa nafsu yg menyeret mereka kepada pertikaian pendapat saling memukul dan ikhtilaf disamping juga menyeret kepada perpecahan dan saling bermusuhan. Setiap manusia dapat diikuti dan ditinggalkan ucapannya kecuali Rasulullah saw. Lebih-lebih generasi mutaakhirin yg tidak mengetahui Kitab dan Sunah tidak bisa membedakan antara hadis sahih dan cacat dan antara qiyas yg dapat direima dan qiyas yg tidak dapat direima . Selain itu juga dikuasai oleh hawa nafsu memperbanyak pendapat mempertajam ikhtilaf menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Penyebab-penyebab itulah yg memperkokoh kebodohan dan kezaliman dua hal yg telah disifati Allah dalam firman-Nya “Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”
    Bersikap berlebihan dalam beragama.Faktor ini juga merupakan sebab orang-orang meninggalkan Ahli Sunah wal Jamaah. Pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin banyak orang yg berlebih-lebihan dalam beragama sehingga meninggalkan sunah. Meskipun banyak beribadah Nabi malah menyuruh memerangi mereka. Di zaman sekarang banyak orang-orang seperti itu. Mereka mengaku Ahli Sunah padahal bukan dari golongan itu bahkan sebenarnya telah keluar dari golongan itu. Hal itu disebabkan sikap berlebihan dalam beragama. Firman Allah SWT yg artinya “Wahai Ahli kitab janganlah kamu melampui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yg benar.” Rasulullah saw bersabda “Janganlah kamu melampui batas dalam agama krn orang-orang sebelum kamu telah binasa disebabkan sifat seperti itu.”
    Jahil terhadap kebenaran dan berperilaku munafik.Orang-orang yg menyempal dari Ahli Sunah wal Jamaah diantaranya adl orang-orang yg jahil terhadap ad-dien termasuk di dalamnya orang-orang munafik. Adakalanya terjadi perselisihan dalam menjelaskan Alquran. Kadang-kadang perselisihan itu terjadi di kalangan ulama-ulama kaliber dalam masalah ijtihad. Terkadang juga perselisihan itu terjadi di kalangan orang-orang jahil terhadap agama atau orang-orang munafik atau orang-orang yg setia kepada golongan munafik. Allah telah memberi tahu bahwa di antara kita ada segolongan orang yg setia kepada kaum munafik. Kebanyakan orang-orang jahil yg menyia-nyiakan kebenaran dan menyimpangkan pembicaraan terdapat cabang kemunafikan. Kedua kelompok ini berlaku sesat dan perkataan mereka menjadi fitnah. Mereka meyakini bahwa apa yg dikatakan mereka merupakan puncak tujuan ilmu agama sehingga orang-orang yg buta agama boleh jadi mengikuti sebagian kesesatan mereka. Inilah hal-hal yg menyebabkan perubahan pada agama-agama kecuali dienul Islam yg akan tetap terpelihara.
    Fanatisme yg disertai perlakuan keji terhadap penentang mereka.Orang-orang yg menyempal dari Ahli Sunah wal Jamaah melampui batas dalam menaati pribadi-pribadi tertentu tanpa didasarkan pada ilmu dan keadilan. Mereka berlebih-lebihan dalam fanatisme terhadap persoalan-persoalan yg diperbolehkan ijtihad disertai dgn tindakan keji dan permusuhan terhadap penentang mereka. Barangsiapa mencintai dan menyepakati seseorang selain Rasulullah-yang sikap dan tindakannya sesuai dgn Alquran dan Sunah-maka dia termasuk Ahli Sunnah wal Jamaah. Dan barang siapa menentangnya dia termasuk ahli bid’ah dan firqoh sebagaimana dijumpai pada kelompok-kelompok yg mengikuti para imam dalam pembicaraan dan lainnya padahal mereka termasuk ahli bid’ah sesat dan tafarruq . Barangsiapa yg mendukung orang yg sejalan dgn pendapatnya memusuhi orang yg menentangnya dan memisahkan diri dari jamaah muslimin kemudian menghukum kafir dan fasiq orang-orang yg menentangnya yg tidak selaras dgn pendapatnya dalam persoalan-persoalan ijtihad dan berpendapat serta menghalalkan darah mereka maka ia termasuk ahli tafarruq dan ikhtilaf .
    Mengagung-agungkan seseorang atau pendapat yg dapat memecah-belah umat.Orang-orang yg menyempal dari Ahli Sunah mendukung dan memusuhi orang lain disebabkan mereka mengagung-agungkan seseorang selain Rasulullah mengagungkan perkataan yg bukan kalamullah bukan sabda Rasulullah serta bukan yg telah disepakati umat. Diriwayatkan dari Imam Malik rahimahullah bahwa Nabi saw bersabda “Jika terdapat sedikit ilmu maka akan muncul kebencian dan kebatilan dan jika pengetahuan atsar sedikit maka akan muncul berbagai kemauan hawa nafsu. Oleh krn itu akan didapati satu kaum yg jumlahnya banyak yg mencintai satu kaum dan membenci kaum lain hanya berdasarkan nafsu tanpa mengetahui makna dan dalilnya. Bahkan mereka mendukung atau memusuhi tanpa mengambil hadis sahih dari Nabi dan salaf umat ini tanpa memikirkan maknanya tidak pula mengetahui kewajiban dan ketentuannya.” Sebab itulah muncul pendapat-pendapat yg tidak berdasarkan nash kemudian dijadikan sebagai mazhab-mazhab yg diserukan kepada orang lain agar mengikuti mendukung memusuhi berdasarkan hal itu. Padahal telah ditagaskan dalam hadis sahih bahwa Nabi saw pernah berkata di dalam khotbahnya “Sesungguhnya sebenar-benar kalam adl kalamullah ?.” Islam dibangun di atas kitabullah sunah rasulullah dan ijma’ ulama. Inilah tiga sumber pokok yg terbebas dari kesalahan. Oleh krn itu segala sesuatu yg menjadi perselisihan dikalangan umat ini hendaknya dikembalikan kepada Allah dan rasul-Nya.
    Bertindak zalim suka permusuhan dan ceroboh.Orang-orang yg menyempal dari Ahli Sunah wal Jamaah bertindak berlebihan dan zalim disamping ceroboh dan jahil. Kebanyakan ahli bid’ah seperti Khawarij Rafidhah Qadariyah Jahamiyah dan yg semisal mereka meyakini suatu kesesatan sebagai kebenaran serta menganggap kafir orang yg menentangnya. Maka muncullah dikalangan mereka orang yg memiliki sifat kuat seperti ahli kitab dalam mengingkari kebenaran dan menganiaya sesama manusia. Kebanyakan mereka mengafirkan dgn perkataan yg sebenarnya tidak mereka pahami hakikatnya dan tidak mengetahui hujjahnya. Orang-orang yg menuduh kafir dgn cara batil sebenarnya tidak mengetahui Ahli Sunah wal Jamaah sebagaimana mestinya atau kalaupun mereka mengetahuinya hanyalah sebagian saja. Dan apa yg mereka ketahui mengenai Ahli Sunah tidak dijelaskan kepada orang lain bahkan mereka menyembunyikannya. Mereka juga tidak mencegah perbuatan bid’ah yg bertentangan dgn kitab dan sunah. Tidak pula mencela ahli bid’ah dan memvonis mereka. Namun anehnya mereka bahkan mencela pembicaraan tentang sunah dan prinsip-prinsip ad-dien secara mutlak. Mereka tidak membedakan antara apa yg ditunjukkan Alquran Sunnah dan Ijma dgn apa-apa yg dikatakan ahli bid’ah dan ahli firqah.
    Mengafirkan dan menuduh fasik penentang mereka dalam ijtihad dan takwil.Orang-orang yg menyempal dari Ahli Sunah wal Jamaah tidak mau menerima ijtihad dan takwil yg bertentangan dgn mereka. Bahkan mereka cenderung meninggalkan sunah dgn mengikuti keyakinan-keyakinan batil mengkafirkan dan menuduh fasik para penentang mereka. Kemudian menempatkan hal itu sebagai hukum yg mereka ada-adakan utk menghalalkan darah harta dan kehormatan lawan mereka.
    Menyejajarkan antara kesalahan dgn dosa.Menurut Sunah dan Ijma ahli bid’ah lbh buruk dibandingakan ahli maksiat yg memperturutkan hawa nafsunya. Kaidah ini ditetapkan berdasarkan dalil-dalil yg telah disebut sebelumnya. Sesungguhnya dosa ahli maksiat disebabkan krn melanggar sebagian larangan Allah seperti mencuri berzina minum khamr memakan harta secara batil dan lain-lain. Sedangkan dosa-dosa ahli bid’ah disebabkan meninggalkan apa-apa yg diperintahkan Allah seperti mengikuti sunah dan jamaah mukminin. Bila perbuatan ini disertai itikad yg diharamkan seperti mengafirkan orang lain menuduh fasik dan menganggap orang Islam yg berdosa kekal di dalam neraka maka dalam hal ini kedudukan mereka terhadap Ahli Sunah bagaikan orang kafir terhadap orang mukmin.
    Mereka keluar dari sunah dan jamaah serta menuduh ahli sunnah dgn cara zalim keji dan permusuhan.Orang-orang yg menyempal dari Ahli Sunnah wal Jamaah bertindak mendahului ketentuan Allah dan rasul-Nya. Sumber Ahlus Sunnah wal Jamaah Ma’alimul Inthilaqah al-Kubra Muhammad Abdul Hadi al-Mishri Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesiasumber file al_islam.chm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar